A.Defenisi Manajemen
Manajemen adalah ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumberdaya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara “efektif dan efisien”.
Menurut Mary Parker Follet, manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Maksudnya manajemen melibatkan kemampuan atau keterampilan pribadi.
Sedangkan menurut Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Maksudnya dikatakan sebagai proses karena semua manajer harus melaksanakan semua kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen dibutuhkan karena tanpa adanya manajemen semua usaha akan sia-sia dan dalam pencapaian tujuan akan lebih sulit.
Macam-macam Sumber Daya Manajemen :
a. Sumber Daya Alam
ex : tanah, lahan, tanaman, kesuburan, hasil tambang, kekayaan laut, dll.
b. Sumber Daya Kapital
ex : dana, penghasilan yang diperoleh, termasuk peralatan, mesin
c. Sumber Daya Manusia
ex : tenaga kerja
Faktor-faktor Produksi : ( 5 M )
a. Man
b. Material
c. Money
d. Machinery
e. Method
Alasan utama manajemen dibutuhkan :
a. Untuk mencapai tujuan
Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dan pribadi.
b. Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
Pihak-pihak yang berkepentingan didalam organisasi seperti: pemilik, karyawan, supplier, dll.
c. Untuk mencapai efesiensi dan efektifitas
Suatu kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda. Salah satu cara yang umum adalah efisiensi dan efektifitas.
Konsep utama untuk mengukur prestasi kerja ( performance ) manajemen adalah:
1. Efisiensi: a. Kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar
b. Merupakan derajat atau tingkat pengorbanan
c. Dari suatu kegiatan untuk mencapai suatu tujuan berkaitan dengan pengorbanan
d. Perhitungan ratio antara keluaran (output) dan masukan (input).
2. Efektifitas:a. Kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
b. Melakukan pekerjaan yang benar.
c. Doing the right things ( PETER DRUCKER ).
Untuk lebih memperjelas pengertian manajemen, diutarakan bahasan berikut :
1. Manajemen sebagai Ilmu dan Seni
a. Menurut LUTHER GULICK
Manajemen adalah suatu bidang ilmu yang berusaha secara sistematik untuk memahami mengapa atau bagaimana manusia bekerjasama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.
Manajemen memenuhi syarat sebagai ilmu karena:
▪ Telah dipelajari dalam jangka waktu yang lama
▪ Telah menjadi rangkaian teori
▪ Membutuhkan disiplin ilmu lain dalam penerapannya
b. Manajemen sebagai ilmu + seni ( kombinasi )
Karena pada umunya manajer efektif mempergunakan pendekatan ilmiah dalam pembuatan keputusan. Dilain pihak, dalam banyak aspek perencanaan, kepemimpinan, komunikasi, dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia, sehingga manajer harus menggunakan pendekatan artistik ( seni ).
2. Manajemen sebagai Profesi
Banyak usaha telah dilakukan untuk mengklasifikasikan manajemen sebagai suatu profesi. Edgar H. Schein telah menguraikan karakteristi-karakteristik untuk menentukan sesuatu sebagai profesi yang dapat diperinci berikut :
a Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Adanya pendidikan, kursus-kursus dan program-program latihan formal menunjukkan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan.
b Para profesional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena favoritisme atau karena suku bangsa atau agamanya dan kriteria politik atau sosial lainnya.
c Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya.
Manajemen telah berkembang menjadi bidang yang semakin profesional melalui perkembangan yang menyolok program-program latihan manajemen di universitas-universitas maupun lembaga-lembaga manajemen swasta dan melalui pengembangan para eksekutif organisasi (perusahaan).
3. Pengertian yang Berbeda dengan Istilah Manajemen
Pengertian manajemen perlu dibedakan dengan pengertian istilah-istilah lain, seperti kewiraswastaan dan supervisi, antara lain:
a. Manajemen berbeda dengan kewiraswastaan ( enterpreneurship )
Dalam ekonomi, faktor-faktor produksi adalah:
▪ Tanah
▪ Tenaga kerja
▪ Modal
▪ Wiraswasta ( pemilik )
Wiraswasta menurut defenisi adalah memahami, mendapatkan sumberdaya, mengorganisasikan dan menjalankan perusahaan ( bisnis ), atau dengan kata lain wiraswsta itu mencakup pemilikan.
Sebaliknya manajemen terlibat dalam pengorganisasian dan memimpin perusahaan ( bisnis )dan organisasi lainnya, tetapi tidak mencakup kepemilikan.
Manajer adalah karyawan yang mengidentifikasikan dirinya lebih dekat dengan karyawan lainnya, daripada dengan pemilik. Manajer dapat menjadi wiraswsta dan wiraswsta dapat pula menjadi manajer.
b. Manajemen berbeda dengan supervisi
Supervisi adalah pengarahan dan pengendalian karyawan tingkat bawah dalam suatu organisasi.
Nama umum yang sering dipakai untuk posisi ini adalah:
▪ Mandor
▪ Kepala tukang ( foreman )
▪ Penyelia lini pertama ( first-line supervisor )
Sehingga supervisi merupakan bagian dari manajemen.
4. Aplikasi-aplikasi yang Berbeda dari Istilah Manajemen
Ada 4 aplikasi yang berbeda dari istilah manajemen. Istilah manajemen tersebut dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan:
a. Pengelompokan Pekerjaan
Manajeman dapat berarti suatu kelompok orang yang melaksanakan tugas-tugas atau fungsi-fungsi manajerial. Ini digunakan untuk menyebut seluruh individu dalam kelompok tersebut secara kolektif.
b. Seorang Individu
Individu yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.
c. Suatu Disiplin Akademik
Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik, atau suatu bidang studi.
d. Suatu Proses
Manajemen juga merupakan suatu proses, karena mencakup pelaksanaan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.
B.Manajemen dan Manajer
Secara umum, manajer berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya. Seperti halnya manajemen dapat diketemukan di semua organisasi manusia, manajer ada dalam semua tipe organisasi. Ada banyak tipe manajer dengan tugas-tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda.
Manajer dapat diklasifikasikan dengan dua cara, yakni : menurut tingkatan mereka dalam organisasi (rendah, menengah dan tinggi) dan kegiatan-kegiatan organisasi untuk mana mereka bertanggung jawab (manajer umum dan fungsional).
1. Tingkatan Manajemen
Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :
a Manajer Lini-Pertama
Tingkatan paling rendah dalam organisasi yang memimpin atau mengawasi tenaga operasional. Sebutan untuk manajer lini-pertama adalah kepala atau pimpinan (leader), mandor (foreman), dan penyelia (supervisor).
Contoh: mandor pabrik, penyelia teknik, dll.
b. Manajer Menengah
Manajer menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah ini membawahi atau mengarahkan kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional. Sebutan lain bagi manajer menengah adalah manajer departemen, kepala pengawas (superintendents), dan sebagainya.
c. Manajer Puncak
Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Sebutan khas bagi manajer puncak adalah direktur,presiden, kepala divisi, wakil presiden senior, dan sebagainya.
2. Manajer Fungsional dan Umum
Atas dasar ruang lingkup kegiatan yang dikelola, para manajer dapat pula diklasifikasikan sebagai manajer fungsional atau manajer umum. Manajer fungsional mempunyai tanggung jawab hanya atas satu kegiatan organisasi, seperti produksi, pemasaran, keuangan, kepegawaian (personalia), atau akuntansi. Kegiatan-kegiatan dari fungsi-fungsi lainnya ada dibawah tanggung jawab manajer-manajer fungsional lainnya. Sebagai contoh, manajer pemasaran bertanggung jawab atas seluruh kegiatan distribusi tetapi harus minta bantuan kepada manajer personalia untuk masalah-masalah tenaga penjualannya.
Pada tingkatan manajemen yang lebih tinggi, manajer umum mengatur, mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan-kegiatan fungsional satuan kerja.
*)Dari berbagai sumber
4 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

terima kasih banyak buat mbak ririn,paling tidak dengan meliha situs ini aku dapat sidikit banyak mengerti manajemen & karena tulisan anda aku dapat mengerjakan soal-soal ujian
Terimakasih banyak… dengan adanya artikel ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas kuliah saya..
ass,,,,,….
yang termasuk ruang lingkup supervisi itu apa c???
dan manfaat supervisi
bales ke email saya yah makasih……..
makasih banyak ya kak….informasinya sangat membantu aku dlm menyelesaikan tgs…